Kamis, 08 Juni 2017

Biaya, Tarif Angkutan, dan Pembentukan Harga



BIAYA, TARIF ANGKUTAN, DAN PEMBENTUKAN HARGA
A.    Konsep Biaya Transportasi
Biaya merupakan factor yang sangat menentukan dalam kegitan transportasi dalam penetapan tarif, dan alat kontrol agar dalam pengoperasian mencapai tingkat yang seefisien dan seefektif meungkin. Beberapa biaya yang termasuk dalam biaya transportasi melilputi :
1. Biaya modal (Capital Costs).
Yaitu biaya yang digunakan untuk modal awal menjalankan usaha trasnportasi atau untuk investasi serta pembelian peralatan lainya yang digunakan untuk memperlancar kegiatan transportasi.
1.      Biaya Operasional (Operational Costs).
Yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mengelola transportasi, yang meliputi :
a. Biaya pemeliharaan jalan raya, bantalan kereta api, alur pelayaran, pelabuhan, dermaga, penahan gelombang, dam, menara, rambu dan jalan, jalan lain sebagainya.
b. Biaya Pemeliharaan kendaraan, bus, truk, lokomotif, gerbong, pesawat udara, kapal laut dan sebagainya.
c. Biaya transportasi untuk bahan bakar, oli, tenaga penggerak, gaji crew/awak, dan lain sebagainya.
d. Biaya-biaya traffic terdiri dari biaya advertensi, promosi, penerbitan buku tarif, administrasi dan sebagainya.
e. Biaya umum yang meliputi biaya humas, biaya akuntan dan lain sebagainya.
3. Biaya Tetap (Fixed Cost) dan biaya Variabel (Variabel Cost)
Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan tetap setiap bulannya, sedangkan untuk biaya variabel adalah biaya yang besarnya berubah tergantung pada pengoperasian alat – alat pengangkutan.
2.      Biaya Kendaraan (Automobile Cost)
Yaitu jumlah biaya yang dikeluarkan untuk mengadakan bahan bakar, oli, dan suku cadang serta biaya reparasi moda transportasi.
3.      Biaya Gabungan (Joint Cost)
Yaitu biaya yang digunakan untuk mengoperasikan alat-alat transportasi yang terdiri dari biaya angkutan barang dan biaya penumpang.
4.      Biaya Langsung (Direct Cost) dan biaya tidak langsung (Indirect Cost)
Biaya langsung adalah biaya yang diperhitungkan dalam produksi jasa-jasa angkutan, misalnya untuk gaji awak pesawat, biaya pendaratan, dan biaya bahan bakar. Sedangkan untuk biaya tidak langsung adalah biaya yang dikelurkan dalam penerbangan yang terdiri dari biaya harga, peralatan reparasi, worshop, akauntansi dan niaya kantor/umum.
5.      Biaya unit (Unit Cost) dan biaya Rata-Rata (Average Cost)
Biaya unit adalah biaya yang jumlah total dibagi dengan unit jasa produk yang dihasilkan. Sedangkan untuk biaya rata-rata adalah biaya toal yang dibagi dengan jumlah produk/jasa yang dihasilkan.
6.      Biaya Pelayanan (Cost of Service)
Adalah biaya yang digunakan untuk penentuan tarif.
7.      Biaya Transportasi
Adalah faktor yang menentukan dalam transportasi untuk penetapan tarif dan alat kontrol agar dalam pengoperasian dapat dicapai secara efektif dan efisien
B.     Struktur Biaya
Struktur biaya suatu perusahaan jasa angkutan tergantung dari kapasitas angkutan dan kecepatan alat angkutan yang digunakan, serta penyesuian terhadap besar arus angkutan yang berlaku,termasuk manajemen perusahaan untuk mengatur jalannya penggunaan kapasitas angkutan. Jumlah biaya jasa angkutan tergantung dari :
1. Jarak dalam ton-kilometer
2. Tingkat penggunaan kapasitas angkutan dalam ukuran waktu
3. Sifat khusus dari muata.
C. Penetapan Harga
Penetapan harga membawa akibat yang menentukan pembentukan harga akibat yang menentukan pembentukan harga dari segi produsen,maupun konsumen. Ada dua tahap dalam penentapan harga, yaitu : pertama, menyangkut waktu produksi dan konsumsi jasa-jasa angkutan. Kedua, menyangkut tempat atau lokasi dimana alat-alat produksi angkutan berhenti dan muatan membutuhkan jasa-jasa angkutan.
D.Menghitung Harga Jasa Angkutan
Harga jasa angkutan (H) ditentukan oleh faktor :
1. Berat muatan yang hendak diangkut (B)
2. Jarak,berapa jauh muatan hendak diangkut (J)
3. Kecepatan muatan diangkut (K)
4. Jenis muatan (M)
Rumus yang digunakan adalah :
Dari rumus tersebut maka dapat disusun tabel berikut :
Tabel 5.1
Penentuan Harga Berdasarkan Moda Transportasi H= f (B.J.K.M)
Sehingga dalam menentukan harga-harga jasa angkutan, dikenal titik maksimum dan minimum.
1. Menyangkut maksimum dan minimum dari harga jasa-jasa angkutan dengan memperhitungkan ongkos pulang pergi untuk satu trip dan ongkos satu kali jalan untuk satu trip transportasi.
2. Seperti terlihat dalam tabel, dimana maksimum untuk ongkos angkutan pesawat terbang dan minimum untuk ongkos angkutan laut
Dari data (1) dan (2) terlihat bahwa harga jasa angkutan dalam satu jenis alat angkutan dan harga jasa angkutan pada perbandingan beberapa jenis alat angkutan dapat ditentukan sebagai berikut :
a. Harga Jasa Angkutan Per Ton-Km Perjam
Untuk menghitung secara kuantitatif harga-harga jasa angkutan,dibutuhkan suatu ukuran dengan istilah perton kilometer per jam rata-rata.
Contoh : Kapasitas angkutan truk sebesar 10 ton sekali jalan yang mengangkut muatan sejauh 400 km dalam waktu 10 jam seharga Rp.400.000. Maka akan diperoleh rincian sebagai berikut :
Harga jasa angkutan perton kilometer perjam adalah:
perton kilometer perjam untuk satu arah
Dan perhitungan tersebut dapat dilihat bahwa harga jasa angkutan perton kilometer perjam dapat diubah-ubah,tergantung dari jumlah yang diangkut,jarak dari jumlah yang diangkut,jarak yang ditempuh dan waktu yang dibutuhkan untuk mengangkut muatan tesebut.
b. Variasi Harga (perton kilometer perjam)
Untuk varian harga berdasarkan perton kilometer perjam secara lebih jelas dapat dilihat
pada tabel 5.2 di bawah ini.
Tabel 5.2
Varian Harga
Dalam tabel memperhitungkan kondisi pulang pergi, atau dikatakan bahwa trip kembali kepangkalan selalu kosong. Di dalam transportasi kembali kepangkalan tanpa muatan merupakan kapasitas angkutan yang tidak terjual yang merupakan kerugian sehingga dikatakan merupakan tarif maksimum.
E. Kategori Tarif Angkutan
Tarif Angkutan adalah suatu daftar yang memuat harga-harga untuk para pemakai jasa angkutan yang disusun secara teratur. Tarif angkutan dapat dikategorikan sebagai berikut:
1. Tarif menurut kelas (class rate),berlaku khusus untuk muatan dan penumpang.
2. Tarif pengecualian, merupakan tarif yang lebih rendah dari class rate.
3. Tarif perjanjian/kontrak, berlaku untuk anglutan jalan raya dan angkutan laut, dan juga berlaku untuk moda angkutan lainnya (angkutan udara untuk pipa).
Sedangkan untuk jenis-jenis tarif angkutan dapat dijelaskan sebagai beriktu :
1. Tarif menurut trayek
Ini berdasarkan atas pemanfaatan operasional dari moda transportasi yang diopersikan dengan memperhitungkan jarak yang dijalani oleh moda transport tersebut (km/miles).
1.      Tarif Lokal
Adalah tarif yang berlaku dalam satu daerah tertentu, misalnya Bus Kota di Yogyakarta.
2.      Tarif Diferensial
Adalah tarif angkutan dimana terdapat perbedaan tinmggi tarif menurut jarak,berat muatn,kecepatan atau sifat khusus dari muatan yang diangkut.
3.      Tarif Peti Kemas (container)
Adalah tarif yang diberlakukan untuk membawa kotak atau boks di atas truk berdasar ukuran yang diangkut dari asal pengirimanke tempat tujuan barang.
F. Lanjutan-Biaya Dan Tarif Angkutan
1. Tarif Angkutan Reguler (Reguler Service)
Untuk menghindari keraguan tentang pasaran jasa transportasi sebagai akibat varisai biaya dan harga jasa-jasa yang dipengaruhi oleh perhitungan pulang-pergi dalam menentukan harga pada konsumen adalah melayani satu atau beberapa jarak angkutan secara teratur.
Cara penentuan tarif angkutan pada konsumen adalah biaya per ton km per jam ditambah denganm profit marjin sesuai dengan keadaan pasar jasa-jasa angkutan yang tersedia. Untuk menghindari kerugian akibat trayek yang tidak menguntungkan, yaitu dengan cara produsen jasa angkutan harus menaikan harga per ton km per jam bagi keseluruhan jarak diharapkan. Berhasil tidaknya usaha menaikan harga jasa angkutan per ton km per jam ini tergantung dari elastisitas permintaan akan jasa-jasa angkutan yang dihadapi dan kemungkinan adanya substitusi alat angkutan lain yang menjadi saingan. Intinya bahwa dasar untuk menaikan tarif jasa angkutan yang dibutuhkan itu tidak ada.
Tarif jasa angkutan reguler dibedakan menurut jumlah muatan jarak yang ditempuh dan jenis muatan. Dalam menentukan tarif angkutan, waktu yang dibutuhkan untuk menempuh trayek yang bersangkutan memainkan peranan yang menentukan.
Contoh:
Perhitungan biaya per ton km per jam untuk satu unit alat angkut truk satu tahun :
Biaya-biaya
biaya overhead per tahun = Rp 25.000.000,-
biaya operasional = Rp 50.000.000,-
(personil, bahan bakar, maintenance, dsb)
biaya total pertahun = Rp 75.000.000,-
Kapasitas angkutan terjual
Jarak yang ditempuh per tahun = 126.000 km
Tonnage muatan pertahun = 3.000 ton
Waktu perjalanan per tahun = 3.000 jam
Jumlah hari kerja per tahun = 300 hari
Perhitungan biaya per ton km per jam :
• Waktu perjalanan rata-rata per hari
• Muatan rata-rata per hari
• Muatan rata-rata satu jalan
• Jarak ditempuh per hari
• Biaya per ton km per jam dalam satu tahun = Biaya total untuk mengangkut 5 ton setiap trip (pulang-pergi 2x 5 ton) sejauh 210 km jurusan pergi, dan 5 ton sejauh 210 km setiap trip kembali dalam waktu 10 jam selama 300 hari kerja. Dengan perhitungan tersebut, untuk jarak 500 km satu arah (1.000 km untuk jarak pulang pergi) maka jumlah biaya = Biaya per ton km per jam menjadi :
Kesimpulan
Supaya terdapat keuntungan, maka harga atau tarif angkutan harus lebih besar dari 5,00 per ton km per jam.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah pengaruh dari perbedaan kecepatan arus angkut terhadap perhitungan biaya dan penentuan tarif jasa per ton km per jam.
Rumus : Biaya makin meningkat,berarti mengurangi keuntungan sebaliknya makin lambat arus angkutan,makin besar biaya per ton km per jam. Pertambahan kecepatan arus angkutan baru menjadi efektif kalau disubtitusi menjadi pertambahan jarak yang dijalani dalam waktu yang sama. Kesimpulannya adalah batas-batas teknis, perkembangan biaya tertentu adalah menguntungkan untuk melayani trayek yang dimiliki dalam waktu yang lebih cepat.
1.      Tarif Angkutan Non Reguler (Non Reguler Service)
Dalam perhitungan dan tarif jasa angkutan reguler, pada posisi monopoli merupakan pedoman bagi pengusaha angkutan. Tarif jasa non reguler didasarkan pada penghitungan biaya kapasitas angkutan tertentu, perhitungan ini tidak ada jadwal untuk memproduksi jasa-jasa angkutan yang dibutuhkan oleh konsumen, sebagai konsekuensi pengusaha
tidak memiliki posisi monopoli.
Angkutan jasa non oreguler dapat dijual dengan borongan menurut kapasitas yang tersedia atau alat angkutan yang disewakan untuk waktu tertentu. Tarif angkutan yang berlaku tetap,tidak ada.sewaktu-waktu naik turun dipengaruhi oleh keadaan. Sehingga pedoman menentukan tarif jasa angkutan berdasarkan pada kalkulasi biaya dan hasil pendapatan yang diperoleh.
Biaya
Muatan x Jarak
G. Tarif Angkutan
Harga jasa angkutan ditentukan oleh sistem pentarifan melalui sewa. Dengan sistem tarif, maka harga berlaku umum dan tidak ada ketentuan lain yang mengikat kecuali yang sudah diatur dalam buku tarif. Untuk angkutan barang berlaku tarif barang dan untuk angkutan orang berlaku tarif penumpang. Tingkat dan jenis tarif barang dan tarif penumpang berbeda untuk tiap jenis alat angkutan Tingkat tarif angkutan dipengaruhi oleh perubahan biaya operasi alat angkutan,permintaan dan penawaran di pasara jasa angkutan.
Harga sewa (charter) merupakan hasil negosiasi antara pemakai dan penyedia jasa angkutan, walaupun harga tersebut dipengaruhi oleh tingkat tarif yang berlaku. Perjanjian sewa dapat mengikuti :
1. Waktu pemakaian alat angkutan (time charter).
2. Perjalanan yang dilakukan (voyage charter).
Time charter lebih luas dari pada voyage charter, karena di dalam time charter tercakup voyage charter. Harga voyage Charter adalah berlaku untuk jangka pendek, dan time charter merupakan charter untuk jangka waktu lebih lama harga time charter menggambarkan arah perkembangan harga voyage charter di masa depan.

Jika permintaan jasa angkutan lebih besar dari kapasitas angkutan, pemakian jasa mengarah kepada time charter, sebaliknya jika kapasitas angkutan lebih besar dari permintaan kecendrugan mengarah kepada voyage charter. Ini berarti keadaan ekonomi yang membaik time charter lebih banyak dipilih. Sebaliknya keadaan ekonomi yang menurun, voyage charter lebih banyak digunakan.
Dalam perjanjian diatur hrga jasa dan hak serta tanggung jawab perusahaan angkutan dan pemakai jasa angkutan. Harga jasa angkutan melalui lebih mudah ditetapkan karena sifat berlakunya yang terbatas. Sebaliknya penentuan harga jasa angkutan dengan sistem tarif lebih sulit, karena tarif berlaku untuk ribuan jenis barang, ke berbagai pengiriman dan melibatkan banyak perusahaan angkutan di mana jenis dan keadaannya berbeda-beda. Tarif ditetapkan berdasarkan biaya operasi satuan (unit cost) dari jasa angkutan. Untuk mengetahui operasi satuan ini banyak jenis biaya yang terjadi dalam menghasilkan jasa angkutan tersebut.
Sebagai dari biaya-biaya ini merupakan biaya umum yang sukar dialokasikan pada setiap jasa angkutan yang dihasilkan. Misalnya sukar dihitung biaya pemeliharaan per km atau per penumpang km dari rel yang dipakai oleh kereta api yang mengangkut barang dan kereta api yang mengangkut penumpang. Ini disebabkan biaya perawatan rel untuk kereta api yang mengangkut penumpang hampir tidak dapat dipisahkan dari biaya perawatan rel untuk melayani kereta api yang mengangkut barang.
H. Biaya Operasi Perusahaan
Pertanyaan yang muncul : Perusahaan mana yang dapat dipakai sebagai dasar perhitungan, karena banyak perusahaan yang beroperasi dalam kondisi yang berbeda-beda.
1. Biaya operasi perusahaan besar dengan jumlah armada yang besar berbeda dengan biaya operasi perusahaan yang memiliki armada angkutan yang sedikit.
2. Perusahaan dimana armada angkutannya beroperasi di daerah pegunungan dan perusahaan yang armadanya melayani angkutan di daerah rata akan memperlihatkan biaya operasi yang berbeda.
3. Bila biaya operasi perusahaan yang berkapasitas besar dan keadaan efisian dipakai sebagai dasar perhitungan, maka tingkat tarif akan mendekati batas terendah.
4. Jika penentuan tarif didasarkan pada biaya opersi perusahaan kecil yang kurang efisien, maka tingkat tarif akan lebih tinggi.
Jadi :
Tarif sebaiknya didasarkan pada biaya operasi perusahaan angkutan yang mempunyai kapasitas menengah dan beroperasi dalam keadaan wajar.
I.                   Kebijakan Penentuan Tarif
Kebijakan pnentuan tarif angkutan didasrakan pada biaya operasi, nilai jasa angkutan, dan volume angkutan. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :
1.      Perhitungan Berdasarkan Biaya Operasi
Penetapan tarif adalah menghitung biaya operasi satuan yang dinyatakan per ton km untuk angkutan barang,dan per penumpang km untuk angkutan penumpang. Untuk memudahkan perhitungan biaya operasi satuan dibuat pengelompokan biaya yang sesuai dengan sifatnya yang meliputi biaya tetap, biaya variabel, biaya umum dan biaya khusus.
a. Biaya tetap : biaya penyusutan kendaraan, bangunan terminal, dan modal tetap lainnya.
b. Biaya Variabel : bahan bakar, tenaga kerja, asuransi, peralatan dan biaya lain-lain yang berkaitan dengan biaya operasi.
c. Biaya umum : biaya yang tidak dapat dialokasikan ke tiap jasa angkutan, yang terjadi karena panggunaan fasilitas yang sama.
d. Biaya khusus : terjadi karena diberikan pelayanan khusus atas barang-barang dalam pengiriman.
Ada dua prinsip yang digunakan dalam penentuan tarif berdasarkan biaya operasi, yaitu :
a.               Prinsip Biaya Marginal (Marginal Cost Principle)
Tarif akan memberikan keuntungan maksimum jika : MC = MR, yaitu suatu kondisi dimana Biaya Marginal (MC = Marginal Cost) = Penerimaan Marginal (MR = Marginal Revenue).
MC dan MR adalah biaya dan penerimaan dari satu jasa tambahan yang dihasilkan (marginal Output). Ada tiga kemungkinan dalam penggunaan kapasitas paerusahaan :
• AC > MC, Artinya belum semua biaya tetap dibebankan pada jasa angkutan yang dihasilkan (under utilized).
• MC > AC, Artinya menunjukan in-efisien dalam penggunaan kapasitas yang ada (over utilized).
• AC = MC,Artinya bahwa kapasitas terpakai penuh (well utilized).
Gambar 5.1
Grafik Prinsip Marginal Cost
Keterangan :
• Garis Cv,Cf,Cm, dan Ca adalah garis biaya variabel,biaya tetap,biaya marginal,dan biaya rata-rata.
• Titik X1,keadaan under utiliazed
• Titik X,keadaan well utilized
• Titik X3,keadaan over utilized
• Jika biaya marginal jangka pendek (short run marginal cost) dipakai sebagai dasra penetapan tarif,hasil perhitungan biaya menjadi kurang wajar,sebab sukar dicapai tingkat pemakaian penuh.
• OKI penetapan tarif berdasarkan prinsip biaya marginal menggunakan long run marginal cost,untuk menghindarkan terjadinya keadaan under dan over utilized.
Jasa angkutan
X2
X3
Ca
Cf
Cm
Biaya menunjukkan under/well/over utilized
BiayaTotal = Cv +Cf
Biaya
b. Prinsip Biaya Rata-rata (Average Cost Principle) Biaya Rata-Rata satuan = Σ Jasa angkutan dihasilkan : Σ biaya operasi
Tarif = Biaya rata-rata satuan + keuntungan perusahaan
2.Tarif berdasarkan Nilai Jasa Angkutan
Tinggi rendahnya tarif ditentukan oleh nilai yang diberikan pemakai jasa. Jika pemakai jasa angkutan memberi nilai yang tinggi atas jasa angkutan maka tingkat tarif akan tinggi, sebaliknya tarif ditetapkan lebih rendah jika jasa angkutan tersebut dinilai rendah oleh pemakai jasa. Tinggi rendahnya nilai itu diketahui dari elasitas pemintaan yang berbeda.
3. Tarif ditentukan Berdasarkan Volume Angkutan
a. Tarif yang ditetapkan berdasarkan nilai jasa angkutan akan menghasilkan tingkat tarif maksimum.
b. Tarif yang ditetapkan berdasarkan biaya operasi akan menghasilkan tingkat tarif minimum.
c. Tingkat tarif yang berbeda antara batas maksimum dan minimum adalah tarif yang ditetapkan berdasarkan volume angkutan (what the traffic will hear). Pembentukan tarif berdasarkan what the traffic will hear adalah pengenaan tarif atas barang atau kelompok barang tertentu yang dapat memberikan penerimaan tertinggi untuk menutup biaya tetap perusahaan.
Dalam penetapan tarif harus diperhatikan besarnya volume angkutan,sebab ini mempengaruhi besarnya penerimaan perusahaan.
Gambar 5.2
Tarir Berdasarkan “What the Traffic Will Bear” .
Keterangan :
DD : permintaan jasa angkutan
CC : biaya variable
Pada tingkat tarif OR,jumlah penerimaan sebesar ORPQ,biaya variabel OCQA,sisa penerimaan untuk menutup biaya tetap sebesar CRPA. Jika tarif ditetapkan OR,kontribusi penerimaan untuk menutup biaya tetap,setelah biaya variabel (COQA), yaitu sebesar CRPA.
D
Volume Angkutan
C
D
C
O
Q
Q’
Q’’
A
A’
A’’
P’’
P’
P
Tarif
R’
R’’
R
J. Tarif yang wajar
Perusahaan angkutan menghendaki tarif yang tinggi. Pemakai jasa angkutan mengiginkan tarif yang rendah. Kedua kepentingan ini menentukan batas-batas kewajaran tingkat tariff. Batas biaya tarif maksimum ditentukan oleh kemampuan pemakai jasa untuk membayar .
Batas tarif minimum ditentukan oleh kemampuan pamakai jasa untuk membayar. Batas tarif minimum akan mengikuti tingkat biaya operasi minimum (long run marginal cost) perusahaan angkutan
Batas-batas tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
Tarif
Volume Angkutan
Keterangan :
Permintaan (DD) menjadi sangat elastis pada tarif OT1, sehingga merupakan batas tarif maksimum. Batas tarif terendah OT, dan Batas kewajaran tingkat tarif terletak antara OT1-OT.
T1
D
T2
O
D
LRMC

Alat Transportasi Pariwisata



ALAT TRANSPORTASI PARIWISATA

Disusun untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Manajemen Transportasi Wisata
Dosen Pengampu : Pranoto Hadi Pryitno, S.pd, M.Par




    Disusun Oleh :

Danik Indah Sari               (1401036016)

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2017


 

 

 Jenis Alat Transportasi Darat Laut Udara

Transportasi adalah perpindahan orang, hewan dan barang dari satu lokasi ke lokasi lain dengan menggunakan kendaraan yang digerakkan oleh manusia, hewan atau mesin. Fungsi Transportasi adalah untuk memudahkan manusia dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Transportasi merupakan sesuatu yang penting karena memungkinkan perdagangan antara orang, dan yang paling penting adalah untuk perkembangan peradaban. Menurut tempat bergeraknya, alat transportasi dibagi tiga yaitu, alat transportasi darat, laut, dan udara. Alat transportasi udara merupakan transportasi yang membutuhkan banyak biaya untuk mengoperasikannya. Selain karena memiliki teknologi yang lebih canggih, transportasi udara merupakan alat transportasi tercepat dibandingkan dengan alat transportasi darat ataupun alat transportasi laut.
Jenis-jenis Alat Transportasi Darat
  1. Sepeda
Sepeda adalah kendaraan track-tunggal bertenaga manusia, yang memiliki dua roda yang melekat pada bingkai. Sepeda diperkenalkan pada abad ke-19 di Eropa dan, pada tahun 2003, lebih dari satu miliar telah diproduksi di seluruh dunia, dua kali jumlah mobil yang telah diproduksi. Sepeda merupakan alat transportasi utama  di berbagai daerah. Selain untuk alat transportasi, sepeda juga menjadi bentuk rekreasi populer, dan telah diadaptasi untuk digunakan sebagai mainan anak-anak, kebugaran umum, aplikasi militer dan polisi, jasa kurir, dan balap sepeda.
Penemuan sepeda ini memiliki efek yang sangat besar pada masyarakat, baik dari segi budaya dan memajukan metode industri modern. Beberapa komponen yang akhirnya memainkan peran kunci dalam pengembangan mobil awalnya diciptakan untuk digunakan dalam sepeda, termasuk bantalan bola, ban pneumatik, sprocket chain-driven, dan roda ketegangan-spoked.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqVV7Rhyphenhypheno_d-Hb7A0q5t-MEejZD1W53GiQh72aH8b7FUFtTZU25sei45c25RIcTXAFv3glDIHlQ1jlIcrw23nr08BAKFfAG4LhpSQV4dm1pfx5af4ocQV3IueMtEKKOoe20hk4l8k8zMU/s1600/Sepeda+Kuno.jpg
Gambar Sepeda Kuno


Gambar Sepeda Modern

  1. Becak
Becak yang bersal dari bahasa Hokkien yang berarti "kereta kuda" adalah suatu alat transportasi darat beroda tiga yang banyak ditemukan di Indonesia dan juga di sebagian Asia. Kapasitas normal becak umumnya adalah dua orang penumpang dan seorang pengemudi.
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnJeYFQAJCq30LwO6fOBLc1dSyDoiK5cphxC9Xt9sMOX0IhIGGbvedru2Zz7x_vT2PoAaexUss4cb-A5gQijb2aDE7pFhk7LIc4gZL-oI3mDIXKyF2ipEv27NeN0JLi7KtIElrdZIUlt8/s1600/Sekumpulan+becak+sadang+menunggu+penumpang+di+bogor.jpg

Gambar Sekumpulan Becak yang sedang menunggu penumpang di Bogor

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4Z7x8aVVI9xy1tMlQFBmTARU7f1cCMXyGma-BJ1-UeUhpCjuSINUF5AoN2K_KyLKj6xz_RbaN8f2LYBqdCaT_RGH5NkqHDXUR7tsu_ZaFbPowVY3zUuIWvOF0w5FjtaZ_vN7BityIdcg/s1600/Gambar+Becak+di+ciputat.JPG
Gambar Becak Roda Tiga

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhihq2x6zLe8RFK9uRmbRHKjHA75UTuG4xOdgd6vbdwdz84tlUSOPTmTxoyroy0YY0LluloZKeICzxJzE4IdWphi88_2gkx39uSJjt_4Jz-7ITxBYSAYpRBKqJDlB47gedFUj1F1lYTkok/s1600/Bentor+di+Kota+Tebing+Tinggi%2C+Sumut.JPG
Bentor di Kota Tebing Tinggi, Sumut

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAEnQbLLcLnWXi2T4hYmotNP9teDzSgfNxomu-E0Kvc1TtqvgJOKFik3f6_ImdN1SE1qXka-Ies7TIq6QRw0jgnAZqaS2ef-S5B6D2Wij02DucC8Ueyp5atfp9-SPn6UAc6LZHw6zIBkA/s1600/Velotaxi,+becak+modern+di+Hamburg%2C+Jerman..JPG
Gambar Velotaxi, becak modern di Hamburg, Jerman.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZmZEzjd34GoUFk29W4QIynaUt08YoLRss8XQLvu2DK6svYQWbBQlvmqTfS4VMNBzaSU_VKFWbvS-FwhHh9ggSQbmAcHKogK_nTtBUZYv0cbs1SUqsLrHOW-i_h5p6_cGJA1cN9i1xXq0/s1600/Pedicab+di+Mexico+City.jpg
Gambar Pedicab in Mexico City

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1TvX4bgAfD6c6qV9WZ0M8NbWN7fIv9fngTfwfO1dJk7PdR7y1gyBCXh0VGIo7EzDGabVp6a6jPWMFnjv5MvxPD8uEEvuL0aKDYo-DboxaY50NyIkouAQrFVx65-o60pthiSBw947jCw8/s1600/Bentor+dari+Sangatta.JPG
Bentor dari Sangatta

  1. Bajaj
Bajaj (Dilafalkan "ba-jai") merupakan kendaraan bermotor yang mempunyai roda tiga buah dan banyak digunakan di Jakarta. Selain di Jakarta, bajaj banyak juga ditemukan di kota Banjarmasin dan Pekanbaru serta beberapa ibukota kabupaten di Indonesia yang umumnya digunakan sebagai alat transportasi umum.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkrxmKgOFKOEbAFdlzqOvwJD8mJavJvpwlmcA0ayTLNH7pLts6XEI6jB4UK_LKNDsBIXUTbCJTTo26YYO7SUJu_NPQwBu_LvDeyje0WIpMQ3_g78XKB2rArmOIfl0lfByaJ7AuauQMh5Q/s1600/Gambar+Kendaraan+Penumpang+Bajaj.jpg
Gambar Bajaj Sebagai Kendaraan Umum

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLh3FhZw8xvY5hxJlwlb1YkdT-xsDuzZaUFfo6TMvwRCTgMaFzQNye3EJ3VJT-0xfc3UH8BOi14IS_9_sn_jZ0IEnjiEl2Lt6oscjyPzjWlqApdq24NvWd2Z9iMcsb9Ct7nD56W_1oDCY/s1600/Gambar+Kendaraan+Roda+Tiga+Bajaj.jpg
Gambar Kendaraan Roda Tiga Bajaj

  1. Bemo
Bemo adalah kendaraan bermotor roda tiga yang biasanya digunakan sebagai angkutan umum di Indonesia. Kata Bemo meru pakan singkatan dari "becak motor". Bemo mulai dipergunakan di Indonesia pada awal tahun 1962, pertama-tama di Jakarta dalam kaitannya dengan Ganefo.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi83q0GpyI5mHwdndV10LHggOi5eSYDA4ZbD5pyhUSXlZMYliZGXu5DfCM77zrOUl8gvz26v7kdAT8kYvP2MPzwbVS4mirGsrIkBDaJbCZpIeqrz7Tlvs5iCkONfbPpj_nWzSIZUZwEr0A/s1600/Gambar+Bemo+Roda+Tiga.jpg
Gambar Bemo Roda Tiga

  1. Helicak
Helicak adalah alat transportasi umum yang banyak ditemukan di kota Jakarta pada tahun 1970-an. Nama helicak berasal dari sinkatan kata helikopter dan becak, karena bentuknya mirip dengan bentuk helikopter dan becak.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXmloLtoYdzeFTfaw_wVJbLJ14wdKAxblAdFI-02TUuV0pPTVJpzs-jWr0uF8Xt64VhsBrWHL6fhzXutFONJbG9hdrM3KQOsrdaza4c3jgyFoIdO2yX4BUwemFJGpItVxG8DruENn9J7o/s1600/Gambar+Helicak+Roda+Tiga.jpg
Gambar Helicak Roda Tiga

  1. Delman
Delman adalah alat transportasi tradisional yang beroda dua, tiga atau empat bertenaga hewan yaitu kuda. Variasi alat transportasi yang menggunakan kuda antara lain adalah kereta perang, kereta kencana dan kereta kuda.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLT8hvI2I9MbjoEtkxjVjeH5aOmKfRvhexjjbNT0wNlFYa1vrwYQXU7to0AWw35QN_mo20JcwL7HTPmtAaelIzsDOku42bK_ROQ1Nc0nYEKtjqA_sU_9iFNAC1euk5pAS8Kl45dyemUZA/s1600/Gambar+Angkutan+Tradisional+Delman.jpg
Gambar Angkutan Tradisional Delman

  1. Sepeda Motor
Sepeda motor adalah alat transportasi darat beroda dua yang digerakkan oleh mesin. Posisi kedua roda sebaris lurus dan pada saat kecepatan tinggi sepeda motor berjalan tetap stabil disebabkan oleh gaya giroskopik. Sedangkan pada saat kecepatan rendah, kestabilan sepeda motor bergantung pada pengaturan setang oleh pengendaranya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj-ZNuv2OXN5hY17hntKVmsLM5jliF0K9eXE0Y9ffGUKN6scj8QoIr2u4JfuackITDmRkvJkGqIHuO6EPXSpn7zSPhmSMhG1VmKAH-Jc_il9EM_gylyinaVQZUf4lgxjIxsQG8FYPY4ukk/s1600/Gambar+Sepeda+Motor.jpeg
Gambar Sepeda Motor

  1. Trem
Trem merupakan alat tranposrtasi darat berbentuk seperti kereta yang mempunyai rel khusus dan beroperasi di dalam kota. Trem berangakat berselang waktu tiap 5-10 menit, merupakan solusi untuk kemacetan. Rangkaian trem umumnya satu set yang terdiri dari dua kereta, agar tidak terlalu panjang. Disebut juga Light Rail karena memakai kereta ringan sekitar 20 ton seperti bus, tidak seberat kereta api yang 40 ton. Letak rel berbaur dengan lalu-lintas kota, atau terpisah seperti bus-way, bahkan bisa pula layang (elevated) atau sub-way, hanya untuk sebagian lintasan saja.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiU7gv1xzVGu8kTm_ejTIdB6PwNOd5JNYdMAscZMYUbt-ZjwK9GMmvGiz9u3zW7M2srQS_1JZoldggp5CwARL5JTScIdmoTjHFEpWW1WB77Tty9-2oDFIzsxN7rmWUlU-V2JjeumVpAm7Y/s1600/Gambar+Trem+di+Hannover%2C+Jerman..jpg

Gambar Trem di Hannover, Jerman.

  1. Mobil
Mobil adalah alat transportasi darat yang digerakkan oleh tenaga mesin, beroda empat atau lebih (jumlahnya selalu genap), umumnya menggunakan bahan bakar minyak (bensin atau solar) untuk menghidupkan mesinnya. Mobil kependekan dari otomobil yang berasal dari bahasa Yunani 'autos' (sendiri) dan Latin 'movére' (bergerak).
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLEcfKryv5utaU2rdDKyDa-2NTKV3UmUPtgy4sG0TBac1zHqS9uke-QLjH9E8Mmkz8nZdEWRxn_Zsrh0CPC6-SODb6RMV7L4YxJ82HMpibhC-mjKx2AmEuofGiGHxnfAwQzbjYyrtBQ9c/s1600/Gambar+Mobil+kendaraan+roda+empat.jpeg

Gambar Mobil kendaraan roda empat

  1. Kereta Api
Kereta api adalah bentuk transportasi rel yang terdiri dari serangkaian kendaraan yang didorong sepanjang jalur kereta api untuk mengangkut kargo atau penumpang. Gaya gerak disediakan oleh lokomotif yang terpisah atau motor individu dalam beberapa unit. Meskipun propulsi historis mesin uap mendominasi, bentuk-bentuk modern yang paling umum adalah mesin diesel dan listrik lokomotif, yang disediakan oleh kabel overhead atau rel tambahan. Sumber energi lain termasuk kuda, tali atau kawat, gravitasi, pneumatik, baterai, dan turbin gas. Rel kereta api biasanya terdiri dari dua, tiga atau empat rel, dengan sejumlah monorel dan guideways maglev dalam campuran. Kata 'train' berasal dari bahasa Perancis Tua trahiner, dari bahasa Latin trahere 'tarik, menarik'.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj39DA9LSG22s_wF_WKZHePH7ehib2L2kwna3vKgwZTKSfp1LmAz5OOW4Bhw1NPWuob-mFR32Jip4nfeih4iglR39mru3je9l7NhNf3rr5nwzuiRnsU9ZVCZIkCx3Pf9BLKj6xx-_Tijik/s1600/Gambar+Kereta+Api+Alat+Transportasi+Darat.jpg

Gambar Kereta Api Alat Transportasi Darat

Jenis-jenis Alat Transportasi Laut
  1. Kapal
Kapal adalah alat transportasi yang berfungsi untuk mengangkut penumpang dan barang di laut atau sungai, seperti halnya sampan atau perahu yang lebih kecil. 
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiba71NdARlmsmz5Asti5RPQIqw-ZM5chi7cKRQJvzHFMZOrnNHgWXEEEJ-egxY_XFM473HIdXr2MQ1c_lCXA32OZv6S-8O0ksfqgYIA4gmhI9XVhixe1mG2KwmTHmSLRH1HvmMBN-KulY/s1600/Gambar+Kapal+Alat+Transportasi+Laut.jpeg

Gambar Kapal Alat Transportasi Laut

  1. Feri
Kapal Feri atau kapal penyeberangan adalah alat transportasi laut berupa kapal berjarak jarak dekat berfungsi sebagai penyeberangan. Feri mempunyai peranan penting dalam sistem pengangkutan bagi banyak kota pesisir pantai, membuat transit langsung antar kedua tujuan dengan biaya lebih kecil dibandingkan jembatan atau terowong. Feri pejalan kaki dengan banyak pemberhentian, seperti di Venesia, kadang kala dikenali sebagai bis air atau taksi air.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjL1T1XlcuIjdG31yDBNqQlB5JCetuA3AZ1wNm8GisrcJKKNYTtUu9Mdt9KqEDUEjgoBk5WWIs4ps-NW5Z74odj6sIyW7togEwurxYVWfFyrwId0ua_Etd6A4gbsvMLLg0u8UEKSlD2IFg/s1600/Gambar+Kapal+Feri.jpg
Gambar Kapal Feri

  1. Sampan
Sampan adalah sebuah perahu kayu Tiongkok yang memiliki dasar yang relatif datar, dengan ukuran sekitar 3,5 hingga 4,5 meter yang digunakan sebagai alat transportasi sungai dan danau atau menangkap ikan. Sampan dapat mengangkut penumpang 2 - 8 orang, tergantung ukuran sampan. Sampan ada kalanya memiliki atap kecil dan dapat digunakan sebagai tempat tinggal permanen di perairan dekat darat. Sampan biasanya tidak digunakan untuk berlayar jauh dari daratan karena jenis perahu ini tidak memiliki perlengkapan untuk menghadapi cuaca yang buruk.
Kata "sampan" secara harafiah berarti "tiga lembar papan" dalam bahasa Kanton, dari kata Sam (, tiga) dan pan (, papan). Kata ini digunakan untuk merujuk pada rancangan perahu ini, yang terdiri dari sebuah dasar yang datar (dibuat dari selembar papan); dua lembar papan lainnya dipasang di kedua belah sisinya.
Sampan masih banyak digunakan oleh penduduk di pedalaman Asia Tenggara, khususnya Malaysia, Indonesia,Bangladesh, dan Vietnam.
Sampan digerakkan dengan sepotong galah, dayung atau dapat pula dipasangi motor di bagian belakangnya.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjI6u_8AIrj2vWo0asf9mNe8q6vi900SsbXfDUBtv_ITjapKeD-4ovmXcEdZXwgu2ffebInh81wUwvp6RIJFLJavc7Cp90mE9ha5U7GGYzK0aOH8kYl4EXqD1fO3ArJgufYr2GEQd9u36A/s1600/Gambar+Sampan+Alat+Transportasi+Air+Tradisional.jpeg

Gambar Sampan Alat Transportasi Air Tradisional

Jenis-jenis Alat Transportasi Udara
  1. Pesawat Terbang
Pesawat terbang adalah alat transportasi udara berupa pesawat udara yang lebih berat dari udara, bersayap tetap, dan dapat terbang dengan tenaga sendiri. Secara umum istilah pesawat terbang sering juga disebut dengan pesawat udara atau kapal terbang atau cukup pesawat dengan tujuan pendefenisian yang sama sebagai kendaraan yang mampu terbang di atmosfer atau udara. Namun dalam dunia penerbangan, istilah pesawat terbang berbeda dengan pesawat udara, istilah pesawat udara jauh lebih luas pengertiannya karena telah mencakup pesawat terbang dan helikopter.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjz-Yq2ot2btZ2NeqblELnbVv6kn0f7RAuhc3qXNCmq3r5qm0Ls5glI5JIHQ8sz-07PG7x3244C3f1TbBhwikVACih_Ze46blV0K9lZ5PK_5zix09U1FIsWjTzBsum-uVgqHuUuUWBLykA/s1600/Gambar+Pesawat+Terbang+Alat+Transportasi+Udara.jpg
Gambar Pesawat Terbang Alat Transportasi Udara

  1. Helikopter
Helikopter adalah kendaraan transportasi udara berupa pesawat udara yang lebih berat dari udara, bersayap putar yang rotornya digerakkan oleh mesin. Helikopter merupakan pesawat udara yang mengangkat dan terdorong oleh satu atau lebih rotor (propeller) horizontal besar. Helikopter diklasifikasikan sebagai pesawat bersayap putar untuk membedakannya dari pesawat bersayap tetap biasa lainnya. Kata helikopter berasal dari bahasa Yunani helix (spiral) dan pteron (sayap). Helikopter yang dijalankan oleh mesin diciptakan oleh penemu Slovakia Jan Bahyl.
Dibandingkan dengan pesawat bersayap tetap , helikopter lebih kompleks dan lebih mahal untuk dibeli dan dioperasikan, lumayan lambat, memiliki jarak jelajah dekat dan muatan yang terbatas. Sedangkan keuntungannya adalah gerakannya; helikopter mampu terbang di tempat, mundur, dan lepas landas dan mendarat secara vertikal. Terbatas dalam fasilitas penambahan bahan bakar dan beban/ketinggian, helikopter dapat terbang ke lokasi mana pun, dan darat di mana pun dengan lapangan sebesar rotor dan setengah diameter. Landasan helikopter disebut helipad. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTY77hxftuP7vao4tkCQsWEs9yMNJeUMNEbzw-jtB_TfjpjXhzk-fQM8HypUnGz8X2NF46ZU0mN2MRU7CBIlO33eq2Ff5m9IKRn4rPl-ri-iy43sI7DeC7yHG4EMmLfqnCY2yxyio92ww/s1600/Gambar+Helikopter+Alat+Angkutan+Udara.jpg
Gambar Helikopter Alat Angkutan Udara